Minggu, 20 Maret 2016

1. Denjaka
Denjaka
Denjaka
Denjaka merupakan kepanjangan dari Detasemen Jala Mangkara. Denjaka adalah pasukan elite di bawah garis komando Marinir TNI AL yang mempunyai tugas khusus menangani penanggulangan teror aspek laut. Untuk bisa terpilih menjadi pasukan Denjaka, mereka harus menjalani pelatihan yang sangat berat. Setiap tahunnya hanya ada 50 orang yang lulus untuk menjadi pasukan Denjaka.
Pasukan ini merupakan gabungan dari Kopaska dan  Taifib Korps Marinir TNI-AL, Anggota Denjaka dididik di Bumi Marinir Cilandak dan harus menyelesaikan suatu pendidikan yang disebut PTAL (Penanggulangan Teror Aspek Laut). Lama pendidikan ini adalah 6 bulan. Intinya Denjaka memang dikhususkan untuk satuan anti teror walaupun mereka juga bisa dioperasikan di mana saja terutama anti teror aspek laut. Denjaka dibentuk berdasarkan instruksi Panglima TNI kepada Komandan Korps Marinir No Isn.01/P/IV/1984 tanggal 13 November 1984. Denjaka memiliki tugas pokok membina kemampuan antiteror dan antisabotase di laut dan di daerah pantai serta kemampuan klandestin aspek laut.
Pelatihan keras menjadi prajurit Denjaka diawali dari Kawah Candradimuka, Situbondo-Jawa Timur. Pasukan Denjaka ini sempat diperkuat hanya belasan prajurit saja. Hal ini karena latihan untuk menjadi pasukan elite ini memang sangat berat. Mereka yang tak lulus dikembalikan kepada kesatuannya masing-masing.
Selain harus memiliki fisik yang prima, calon prajurit Denjaka juga harus memiliki kecerdasan yang tinggi. Hal ini mutlak harus dimiliki karena pasukan elite TNI AL ini sering ditugaskan menyusup di daerah operasi, baik secara individu maupun kelompok.
2. Batalyon Raiders TNI AD
Batalyon Raiders TNI AD
Batalyon Raiders TNI AD
Batalyon Raider adalah satu batalyon pasukan elit infanteri Tentara Nasional Indonesia (TNI). Sepuluh batalyon raider yang diresmikan pada 22 Desember 2003 itu, dibentuk dengan membekukan 8 yonif pemukul Kodam dan 2 yonif Kostrad. Sebagai kekuatan penindak, kekuatan satu batalyon raider (yonif/raider) setara tiga kali lipat kekuatan satu batalyon infanteri (yonif) biasa di TNI Angkatan Darat.
Setiap batalyon raider terdiri atas 747 personel. Mereka memperoleh pendidikan dan latihan khusus selama enam bulan untuk perang modern, anti-gerilya, dan perang berlarut. Tiap-tiap batalyon ini dilatih untuk memiliki kemampuan tempur tiga kali lipat batalyon infanteri biasa. Mereka dilatih untuk melakukan penyergapan dan mobil udara, seperti terjun dari Helikopter.
Batalyon Raiders ini memiliki kemampuan yang setara dengan tiga kali pasukan infanteri biasa. Batalyon Raiders memiliki kemampuan sebagai pasukan anti teroris untuk pertempuran jarak dekat, lawan gerilya dengan mobilitas tinggi dan melakukan pertempuran-pertempuran berlanjut. Mereka juga dilatih untuk melakukan penyergapan dan mobilisasi udara (mobud), seperti terjun dari helikopter.
3. Peleton Intai Tempur (Tontaipur)
Peleton Intai Tempur (Tontaipur)
Peleton Intai Tempur (Tontaipur)
Peleton Intai Tempur biasa disebut (Tontaipur) adalah pasukan berkualifikasi khusus Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat. Pembinaan satuan berada di Batalyon Intelijen dan dalam pengoperasian dibawah kendali Panglima Kostrad yang berkemampuan tri matra. Anggotanya direkrut dari satuan-satuan yang berdinas di Kostrad.
Agar dapat bergabung menjadi pasukan Tontaipur, dibutuhkan kualifikasi prajurit yang sangat tinggi. Para calon pasukan Tontaipur wajib melalui pelatihan berat yang berlangsung selama 7 bulan. Dengan kualifikasi yang tinggi tersebut, hanya 500 prajurit saja yang dinyatakan lulus, sehingga jumlah pasukan elite Tontaipur ini tak terlalu besar.
4.Batalyon Intai Amfibi (YonTaifib)
Batalyon Intai Amfibi (YonTaifib)
Batalyon Intai Amfibi (YonTaifib)
Batalyon Intai Amfibi atau disingkat YonTaifib adalah satuan elit dalam Korps Marinir seperti halnya Kopassus dalam jajaran TNI Angkatan Darat. Dahulunya satuan ini dikenal dengan nama KIPAM (Komando Intai Para Amfibi).
Untuk menjadi anggota YonTaifib, calon diseleksi dari prajurit marinir yang memenuhi persyaratan mental, fisik, kesehatan, dan telah berdinas aktif minimal dua tahun. Salah satu program latihan bagi siswa pendidikan intai amfibi, adalah berenang dalam kondisi tangan dan kaki terikat, sejauh 3 km. Dari satuan ini kemudian direkrut lagi prajurit terbaik untuk masuk kedalam Detasemen Jala Mengkara, pasukan elitnya TNI Angkatan Laut.
Perekrutan prajurit dilakukan secara sukarela dari anggota Marinir yang berada di seluruh bagian tempur, baik infanteri, artileri, kavaleri, bantuan tempur dan pertahanan pangkalan, sebab mereka dianggap telah memiliki teknik pertempuran dasar.
Metode pelatihan dibagi dalam beberapa tahap dalam tiga matra, yakni darat, laut, udara dan bawah air. Seluruhnya dijalani selama 9 bulan di 8 Pusat Latihan Pertempuran (Puslatpur).
5. Satbravo 90 (Satuan Bravo 90)
Satbravo 90 (Satuan Bravo 90)
Satbravo 90 (Satuan Bravo 90)

Satuan Bravo 90 (disingkat Satbravo-90) sebelumnya bernama Denbravo 90 adalah satuan pelaksana operasi khusus Korps Pasukan Khas yang berkedudukan langsung di bawah Dankorpaskhas. Satuan Bravo 90 Paskhas bertugas melaksanakan operasi intelijen, melumpuhkan alutsista/instalasi musuh dalam mendukung operasi udara dan penindakan teror bajak udara serta operasi lain sesuai kebijakan Panglima TNI.
Terbilang pasukan khusus Indonesia yang paling muda pembentukannya. Baru dibentuk secara terbatas di lingkungan Korps Pasukan Khas TNI-AU pada 1990, Bravo berarti yang terbaik. Konsep pembentukannya merujuk kepada pemikiran Jenderal Guilio Douchet: Lebih mudah dan lebih efektif menghancurkan kekuatan udara lawan dengan cara menghancurkan pangkalan/instalasi serta alutsista-nya di darat daripada harus bertempur di udara.
Dibanding dua kakaknya di Sat-81 TNI AD dan Denjaka TNI AL, Bravo ini bisa disebut anak bungsu. Sat Bravo 90 dibentuk tahun 1990 di Markas Korps Pasukan Khas TNI AU, Margahayu Bandung. Karena lahir di tubuh TNI AU, pasukan ini memiliki spesialisasi antiteror udara.
Tak cuma itu, Bravo-90 juga melengkapi personelnya dengan beragam kualifikasi khusus tempur lanjut. Mulai dari combat free fall, scuba diving, pendaki serbu, teknik terjun HALO (High Altitude Low Opening) atau HAHO (High Altitude High Opening), para lanjut tempur, pertempuran jarak dekat dan antiteror.




0 komentar:

Posting Komentar

Featured Games

jeder © 2014 - Designed by Templateism.com, Plugins By MyBloggerLab.com